Senin, 25 Oktober 2010

Belajar Edit Photo dengan Photoshop

Bagi anda yang ingin Belajar Photoshop dan menekuni Adobe Photoshop ada beberapa tips untuk mengedit photo dari kamera low end. Belajar Adobe Photoshop sebenarnya sangat mudah, asal anda tekun mempelajarinya. Dari Belajar Foto dan Belajar Adobe ini kita bisa memulai suatu usaha yang berhubungan dengan cetak foto dan usaha di bidang foto. Untuk Belajar Photoshop mungkin anda bisa mengikuti Kursus Photoshop atau bisa juga secara otodidak.

Pada dasarnya mencetak photo dari media apa saja langkahnya sama saja langsung print pun sudah jadi photo sudah kita dapatkan. Tapi terkadang kita mendapati hasil kualitas photo sangat minim terutama dari HP kelas lowend yang kualitasnya pas-pasan, kameranya belum megapiksel kata hp mania mah. Terus bagaimana jika hasil jepretan dari kamera hp yang pas-pasan itu itu berarti sekali, dan moment itu ingin diabadikan untuk menghias album photo di rumah anda. Atau disuruh temen cetak photo ke ukuran 8R padahal hp yang dibuat untuk mengambil gambarnya hp nokia 6600 atau sekelasnya. Bila kita tidak melakukan modifikasi pada photo (Kursus Adobe), bisa dipastikan hasil cetakan akan pecah dan timbul bintik-bintik akibat rendahnya resolusi photo. Baiklah disini saya akan berbagi pengalaman (Belajar Adobe) gimana caranya mencetak photo yang beresolusi rendah hingga bisa dicetak ukuran 8R atau lebih.

1. Buka aplikasi pengolah photo yang populer, Adobe Photoshop

2. Buka file photo yang sudah ditrasfer dari hp ke hardisk

3. Klik image, image size

4. Akan keluar kotak dialog image size, pada document size: disitu terlihat ukuran photo dalam satuan panjang.

5. Rubah lebar dimensi photo dua kali lipat, jika lebarnya 5 cm, rubah ke 10 cm. pastikan anda mencentang kotak constrain proportion agar rasio perbesaran photo seimbang antara lebar dan tingginya. Jika anda merubah nilai lebar photo dengan otomatis tinggi photo akan disesuaikan.

6. Rubah resolusi ke nilai 300

7. Klik OK

8. Pada menubar klik filter, sorot noise lalu klik despeckle

Catatan:

1. Sesuaikan image size dengan dimensi photo yang akan dicetak nantinya, jika ingin mencetak ke 8R usahakan mendekati ke ukuran tersebut sebelum diresize ke kanvas 8R

2. Perbesar ukuran photo sebelum di despeckle, perhatikan apakah photo sudah tidak terlalu pecah, jika masih kelihatan pecah ulangi lagi dengan menekan Ctrl+F. tapi ingat jangan lebih dari 2 kali, karena akan menambah efek blur pada photo. Silahkan lihat Belajar Adobe Photoshop dan Kursus Photoshop

Sumber: studioshines.wordpress.com

Temukan informasi lainnya mengenai Belajar Photoshop - Belajar Foto - Kursus Photoshop - Belajar Adobe Photoshop - Belajar Adobe - Kursus Adobe - Adobe Photoshop hanya di Belajar Photoshop & Foto: Kursus Photoshop-Belajar Adobe Photoshop pada 88db.com

Mencari Modal Usaha

Di mana cari pinjaman modal usaha? Usaha bengkel modifikasi, dll. Apa syaratnya? Pertanyaan ini sering terlintas pada siapa saja yang berniat membuka atau mengembangkan usaha. Ini panduannya.

KREDIT BANK


Untuk memperoleh kredit usaha, memang susah-susah gampang. Susah karena prosedurnya cukup ketat. Maklum, bank ingin uang mereka aman dan terus diputar. Tak heran banyak persyaratan dan dokumen yang harus dilengkapi. Mulai dari dokumen pribadi hingga surat proposal usaha, dokumen jaminan, legalitas usaha dan perizinan serta surat keterangan pembayaran pajak (SPTTahunan).

Gampang, asal tahu kunci bagaimana bank menilai seseorang atau perusahaan layak atau tidak diberi pinjaman. Bank sebenarnya memiliki pedoman dalam memberikan pinjaman, yaitu 5C:

1. Character

Alias integritas peminjam. Bank sering menolak permohonan kredit karena peminjam berkarakter jelek.Misalnya pernah membuat kredit macet di bank lain, pernah melakukan tindakan kriminal, dan lain sebagainya.

2. Capital

Ini menyangkut kemampuan peminjam dalam menyediakan modal sendiri. Misal, Anda ingin membuat pabrik. Bank hanya akan membiayai 70%, 30% lagi berasal dari modal kita sendiri.

3. Capacity

Yaitu kemampuan peminjam dalam mengelola usahanya. Untuk perusahaan perorangan, yang lebih banyak diteliti adalah pengalaman masa lalu manajemennya.

4. Condition of economy

Kondisi ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan bank. Apakah usaha yang Anda jalankan seiring dengan perkembangan ekonomi? Apakah usaha itu termasuk yang didukung pemerintah untuk dikembangkan?

5. Collateral

Alias objek usaha itu sendiri. Apakah objek usaha yang dibiayai bisa dijadikan agunan.

PINJAMAN KOPERASI

Anda hanya perlu terdaftar sebagai anggota koperasi dan memiliki simpanan.

Uang yang dipinjamkan berasal dari iuran para anggota ditambah dari hasil usaha koperasi lainnya. Bunganya memang lumayan tinggi. Namun, dengan kemudahan prosedur serta tidak adanya keharusan memberikan jaminan, ini bisa dijadikan alternatif bagi para pemula bisnis (pinjaman tanpa jaminan).

MODAL VENTURA

Ini merupakan modal yang diberikan perusahaan yang memiliki misi mendukung finansial usaha lain sebagai mitra usahanya. Kepercayaan menjadi kunci kerja sama ini. Pasalnya, persyaratan mendapatkan pembiayaan ventura lebih lunak dibandingkan bank.

Perusahaan modal ventura umumnya tak mensyaratkan adanya agunan. Ketentuan pengembalian modal juga lebih lunak, karena didasarkan kesepakatan bersama antara penerima dan pemberi pinjaman. Dalam modal ventura, berlaku sistem bagi hasil sesuai proporsi modal masing-masing. Modal ventura cocok untuk usaha yang baru memulai aktivitas.

BUMN

Untuk mendapatkan pinjaman lunak dari lembaga ini, ada ketentuan yang harus dipenuhi. Di antaranya, usaha memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha), hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1 miliar, usaha bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan, berbentuk usaha perorangan, usaha berjalan minimal setahun dan memiliki potensi dan prospek cerah, memiliki manajemen yang baik dan menyampaikan laporan perkembangan usaha per triwulan kepada BUMN Pembina.

www.kompas.com

Kunci Utama Mencari Investor

Kunci Utama Jika Anda Mencari Investor

Kalau anda bertanya bagaimana cara mencari investor, anda harus tahu bahwa salah satu faktor terpenting yang dipertimbangkan oleh investor adalah ROI atau Return on Investment.

Apa itu ROI? Pengertian Return on Investment adalah sejumlah uang yang diperoleh investor sebagai keuntungan dalam investasi. ROI biasanya ditunjukkan sebagai presentase investasi total tahunan.

Angka dalam ROI ini bisa membantu membuat perbandingan keuntungan yang bisa diperoleh bagi investor secara cepat. Misalkan ada dua peluang usaha, yang satu berinvestasi pada perusahaan “X” dan yang satunya berinvestasi pada saham.

Dengan ROI, si investor ini bisa memilih mana yang menghasilkan keuntungan terbesar dari uang mereka. Apakah berinvestasi di perusahaan “X” tersebut, atau mereka memilih berinvestasi pada saham. Semakin tinggi ROI-nya, semakin baik. Jadi apabila anda membutuhkan seorang investor, angka ROI inilah yang mereka lihat.

Ada beberapa faktor dasar yang menentukan ROI dari sebuah investasi. Faktor dasar tersebut adalah :

  1. Semua biaya finansial, termasuk investasi awal dan investasi berikutnya.
  2. Semua perolehan finansial, termasuk peningkatan dana (jika ada) dari investasi dan kembalinya uang investor.
  3. Periode waktu, yaitu seberapa lama waktu yang diperlukan untuk memperoleh keuntungan.
  4. Keuntungan non finansial dalam investasi, seperti kepuasan yang diperoleh dengan berpartisipasi dalam perkembangan perusahaan baru.

Saya akan beri contoh agar anda bisa mudah memahaminya. Misalkan anda adalah seorang investor yang sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di satu dari dua perusahaan, sebut saja perusahaan A dan perusahaan B.

  1. Perusahaan A : Investasi 50 juta, diperkirakan kembali sejumlah 100 juta dalam waktu 2 tahun.
  2. Perusahaan B : Investasi 150 juta, diperkirakan kembali sejumlah 300 juta dalam waktu 4 tahun.

Pada contoh di atas, manakah investasi yang lebih baik?

Kita bahas pelan-pelan. Pertama, perusahaan A akan menghasilkan keuntungan 50 juta. Ingat, modal anda 50 juta. Sedangkan perusahaan B akan menghasilkan keuntungan 150 juta, karena anda telah menanam modal 150 juta.

Dilihat sekilas, investasi di perusahaan B akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi anda, yaitu 150 juta rupiah. Tetapi dikarenakan panjang waktu yang diperlukan sebelum investasi di perusahaan B terbayar, ROI sederhana di perusahaan A sebenarnya lebih tinggi :

  1. Perusahaan A : kembali 200% dalam 2 tahun atau 100% ROI per tahun.
  2. Perusahaan B : kembali 200% dalam 4 tahun atau 50% ROI per tahun.

Ingat, tadi di atas kita sudah bahas bahwa semakin tinggi prosentase ROI semakin baik. Jadi, ROI perusahaan A lebih baik karena lebih tinggi dari ROI perusahaan B, walaupun keuntungannya lebih sedikit.

Maka dari itu, ROI anda harus tinggi. Siapapun investor anda, ROI inilah yang harus anda kedepankan. Meskipun si investor itu teman atau saudara anda. Jangan mentang-mentang karena saudara atau teman anda, anda meremehkan ROI anda.

Hanya saja, anda harus berhati-hati jika memilih teman, keluarga atau kerabat sebagai investor anda. Silahkan anda membaca artikel saya tentang jika teman atau saudara menjadi investor. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan.

Satu lagi, selain ROI yang harus anda perhatikan, anda juga harus sabar dalam mencari investor. Kesabaran juga merupakan kunci sukses dalam mencari investor.

Yang penting, dalam diri anda selalu tertanam sikap positif apabila ternyata investor yang anda harapkan belum bersedia mendanai bisnis anda. Sikap positif inilah yang membuat anda bisa termasuk dalam karakteristik pengusaha sukses.

Bagaimana? Anda siap mencari investor? Saya juga lagi mencari tambahan investor nih. Atau anda yang mau jadi investor saya? ha..ha..ha..


Sumber : www.dokterbisnis.net

Tips Memulai Usaha Bagi Pemula

Ingin berbisnis tetapi Anda termasuk daun hijau? Tidak perlu khawatir. Nikmati tip-tip di bawah untuk Anda yang akan memulai bisnis baru atau berwirausaha meski masih muda dalam dunia usaha.

1. Miliki Mimpi!
Awal dari terwujudnya kesuksesan besar adalah mimpi besar. Bermimpi memiliki tempat usaha di mana-mana, cabang di mana-mana, mendirikan dua sampai tiga perusahaan sekaligus, omzet mencapai milyaran rupiah, banyak pelanggan dalam negeri maupun luar negeri, dan menuai kesuksesan-kesuksesan masa depan lainnya. Mimpi ini Anda jadikan sebagai motivasi untuk menggali ide-ide kreatif dalam menciptakan sebuah usaha. Nikmati mimpi tersebut tanpa menghentikan langkah nyata berusaha.

2. Obsesi dan Hobby
Tanamkan obsesi kuat meraih cita-cita Anda. Mulailah memperhatikan hobi Anda yang belum sempat Anda lirik sekalipun. Hobi menulis, bercerita, memasak, bermain bulu tangkis, main catur, membuat desain dan hobi lain yang mungkin hanya dipandang sebelah mata saja. Rahasianya ada pada kesungguhan hati Anda untuk menekuni salah satu hobi Anda. Ambilah satu dari hobi Anda yang menurut Anda cocok untuk dijadikan usaha. Berikan sepenuh hati Anda dalam menjalankan hobi Anda. Satu hal yang harus Anda pegang, semua berawal dari hal kecil, dan kerjakeras.

3. Sadari Realitas
Meskipun saya menyarankan bermimpi hal besar, saya katakan itu guna motivasi dan pencarian obsesi Anda yang sebenarnya. Di kala sudah bermimpi maka kembalilah pada kenyataan. Lihatlah apa-apa yang sudah Anda miliki dan hitung seberapa besar modal yang harus digunakan untuk menjalankan bisnis Anda. Mulailah dari apa yang Anda merasa ahli dibidangnya. Tidak perlu membandingkan dengan orang lain. Hanya fokus pada usaha baru Anda dan rencana-rencana untuk mengembangkannya.

4. Memiliki Rencana Bertahap
Tidak ada yang langsung jadi di dunia ini. Semua dimulai melalui tahapan-tahapan kejadian. Begitu pula Anda yang baru merintis usaha, apalagi masih hijau. Hal pertama pastilah masalah modal. Jika memang modal Anda hanya sedikit, ikuti saja peraturannya. Anda wajib berpikir dua kali dalam menggunakan modal yang ada. Rencanakan sesuai kepentingan saja. Yakinlah bahwa keuntungan akan datang sendiri jika menjalankan tahap usaha dengan benar.

5. Menyusun Rencana Kreatif
Menjalankan usaha tidak sederhana jika menginginkan hasil maksimal. Berusahalan memiliki ide bisnis kreatif. Baik dari segi produk yang sedang Anda usahakan, pengelolaan modal, penjajakan jaringan, atau rencana kretif lain seperti pelayanan customer, bonus-bonus produk, launching produk, dal sebagainya.

6. Miliki Ide Antisipasi Masalah Bisnis
Dunia bisnis sarat dengan ketegangan. Bila kita tidak menyiapkan beberapa senjata yaitu rencana-rencana kreatif, bisa jadi malah terjebak dalam lingkar bisnis tidak menyenagkan. Awal bisnis yang baik memerlukan susunan rencana cadangan. Karena tidak semua berjalan mulus. Jika suatu saat usaha Anda mengalami goncangan baik modal maupun kinerja usaha, maka susunan rencana Anda yang lain siap menolong Anda.

7. Rancang Anggaran Anda
Setelah beberapa waktu usaha Anda berjalan dan mulai terlihat usaha makin menguntungkan, segeralah menyusun anggaran sesuai pos-pos penting untuk kelangsungan usaha Anda. Tempatkan pengeluaran dan pemasukan dalam wadah yang berbeda. Berhati-hatilah di area anggaran ini, karena jika tidak tepat Anda akan kesulitan menanganinya.

Semoga Berhasil!

oleh: PanicSurfer

Pengarang: Nova; PanicSurfer

PENUTUP



Hari ini...
saat anda tanpa sengaja membuka blog ini, atau saat anda dengan sengaja membukanya dan membaca secoret tulisan yang ada di blog ini baik dengan ikhlas maupun dengan terpaksa,,,
Hari ini...
Saat begitu banyak permasalahan hadir menyelimuti anda ataupun saat tak ada sedikitpun masalah yang anda hiraukan...
meski semua telah begitu banyak menumpuk di dalam pikiran anda....
Hari ini...
Saat anda jenuh dengan keseharian anda yang membosankan...
jenuh dengan lingkungan kerja anda yang selalu monoton...
yang selalu memaksa anda...
yang selalu menuntut anda...
yang tak pernah mau menghargai jerih payah anda...
tanpa mengerti...
bahwa telah banyak pengorbanan yang anda berikan untuk perusahaan tempat anda bekerja...
Hari ini...
Saya mengajak kepada anda...
untuk menutup masa lalu anda yang kelam..
yang penuh dengan tekanan dan batasan...
follow blog saya...
agar anda menemukan jawaban dari permasalahan hidup anda...